annyeonghaseoyo Nina imnida,, I'am christian and My Jesus is my MY SAVIOUR i'am a girl who love k-pop so much :-)
Tampilkan postingan dengan label Materi mata kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi mata kuliah. Tampilkan semua postingan
Januari 03, 2014
Siapa Takut Makan Mie Instan?
Semua
pasti udah taulah apa itu mie instan, secara makanan murah meriah ini salah
satu teman akrab mahasiswa di akhir bulan. Nah, sering denger kan rumor-rumor
diluar sana kalo mie instan itu nggak sehat. Mie instan itu berbahaya,
mengandung lilinlah, bisa menyebabkan tumor, kanker dan penyakit lain yang
seram-seram. Sekarang coba kita bahas satu-satu ya…
• Mie instan
mengandung lilin
Isu ini cukup marak nih, katanya mie instan mengandung lilin untuk
mencegah mie saling menempel. Ini jelas tidak benar, tidak ada itu cerita mie
instan pake lilin, *nah, itu
minyak-minyak yang muncul pas waktu kita rebus mie* Tenang… itu bukan lilin
kok, itu minyak kawan… Prof Dr FG Winarno mengatakan bahwa mi instan awet dan
tahan simpan karena proses pembuatannya, antara lain dengan cara penggorengan
atau deep frying yang
membuat kadar air mi instan menjadi sangat rendah (sekitar 5 persen), sehingga
tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup dan berkembang biak. Karena kadar air
yang sangat rendah tersebut, mi instan bersifat sangat awet. Karena prosesdeep frying tersebut menggunakan
minyak goreng, tidaklah aneh kalau sewaktu memasak mi instan terlihat
berminyak. Tapi tidak mengandung lilin karena lilin adalah senyawa inert untuk
melindungi makanan agar tidak basah dan cepat membusuk. Dan itu terdapat pada
makanan seperti apel dan kubis, See… no wax in your noodle.
• Air rebusan
mie harus dibuang
Nah, kalo yang ini sangat berkaitan dengan kasus di atasnya.
Katanya sih, biar lilinnya nggak kemakan dibuang aja air rebusannya. Udah dibahas
sebelumnya, kalo di mie instan nggak ada lilin. Membuang air rebusannya justru
membuang banyak nutrisi loh… *kok bisa?*
kalian pernah membaca bungkus mie instan? Ada kalimat dilengkapi dengan vitamin
bla bla bla gitu kan? Sudah jelas juga ada vitamin-vitamin dan mineral yang
larut air. Jadi, sewaktu kita merebus mie, vitamin dan mineral itu terlarut
dalam air rebusan mie. Tapi, pilihan dikembalikan kepada teman-teman, mungkin
ada yang masih takut, atau telah terbiasa mengganti air rebusan. It’s your choice,
yang penting udah tau kondisi sebenarnya kan?
• Mie instan
tidak boleh dimasak bersama bumbunya, pemanasan di atas 120 derajat Celsius
berpotensi menjadi karsinogen pembawa kanker
Wooo…. Isu yang sangat seram. Benarkah demikian? Ternyata tidak.
Demikian kata Prof Dr FG Winarno, ahli pangan dan Ketua Dewan Pakar PIPIMM
(Pusat Informasi Produk Industri Makanan dan Minuman). “Mi instan kering
merupakan produk setengah matang. Disebut instan karena sangat cepat disajikan
setelah dipanaskan pada suhu air mendidih. Biasanya kurang lebih 100 derajat
Celsius dalam waktu kurang dari 5 menit. Jadi, suhunya bukan 120 derajat
Celsius, di mana suhu tersebut baru dapat dicapai bila menggunakan pressure cooker atau retort untuk strelisasi dalam
proses pengalengan pangan,” terangnya.
Desember 20, 2013
konsep mol
Konsep Mol
a) Definisi Mol
o Satu mol adalah banyaknya zat yang mengandung jumlah
partikel yang = jumlah atom yang terdapat dalam 12 gram C-12.
o Mol
merupakan satuan jumlah (seperti lusin,gros), tetapi ukurannya jauh lebih
besar.
o Mol
menghubungkan massa dengan jumlah partikel zat.
Hubungan mol dengan jumlah partikel, Kemolaran,
Massa, Volum gas dapat digambarkan sebagai berikut:
o Jumlah
partikel dalam 1 mol (dalam 12 gram C-12) yang ditetapkan melalui berbagai
metode eksperimen dan sekarang ini kita terima adalah 6,02 x 10 23 (disebut tetapan Avogadro, dinyatakan dengan L ).
Contoh
:
1 mol
air artinya : sekian gram air yang mengandung 6,02 x 10 23 molekul
air.
1 mol
besi artinya : sekian gram besi yang mengandung 6,02 x 10 23 atom
besi.
1 mol asam
sulfat artinya : sekian gram asam sulfat yang mengandung 6,02 x 10 23 molekul
H 2 SO 4 .
1 mol = 6,02 x 10 23 partikel
L = 6,02 x 10 23
L = 6,02 x 10 23
b) Hubungan Mol dengan Jumlah Partikel
Dirumuskan :
Keterangan
:
n = jumlah mol
n = jumlah mol
c) Massa
Molar (m m )
o Massa
molar menyatakan massa 1 mol zat .
o Satuannya
adalah gram mol -1 .
o Massa
molar zat berkaitan dengan Ar atau Mr zat itu, karena Ar atau Mr zat merupakan perbandingan massa antara partikel zat itu
dengan atom C-12.
Contoh
:
zAr Fe = 56, artinya : massa 1 atom Fe
: massa 1 atom C-12 = 56 : 12
Mr H 2 O = 18, artinya : massa 1 molekul
air : massa 1 atom C-12 = 18 : 12
Karena :
Karena :
1 mol
C-12 = 12 gram (standar mol), maka :
Kesimpulan
:
Massa
1 mol suatu zat = Ar atau Mr zat tersebut (dinyatakan dalam gram).
Untuk unsur yang partikelnya berupa atom : m m = Ar gram mol -1
Untuk zat lainnya : m m = Mr gram mol -1
d) Hubungan Jumlah Mol (n) dengan Massa Zat (m)
Dirumuskan :
dengan :
m = massa
n = jumlah mol
m m = massa molar
m = massa
n = jumlah mol
m m = massa molar
e) Volum Molar Gas (V m )
o Adalah
volum 1 mol gas.
o Menurut
Avogadro, pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas bervolum sama akan
mengandung jumlah molekul yang sama pula.
o Artinya,
pada suhu dan tekanan yang sama, gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan
mempunyai volum yang sama pula.
o Oleh
karena 1 mol setiap gas mempunyai jumlah molekul sama yaitu 6,02 x 10 23 molekul,
maka pada suhu dan tekanan yang sama, 1 mol setiap gas mempunyai volum yang
sama.
o Jadi :
pada suhu dan tekanan yang sama, volum gas hanya bergantung pada jumlah molnya.
Dirumuskan
:
dengan :
V = volum gas
n = jumlah mol
Vm = volum molar
Beberapa kondisi / keadaan yang biasa dijadikan acuan :
1) Keadaan Standar
Adalah
suatu keadaan dengan suhu 0 o C dan
tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah STP ( Standard Temperature and Pressure ).
Pada keadaan STP, volum
molar gas ( V m ) = 22,4 liter/mol
2) Keadaan Kamar
Adalah
suatu keadaan dengan suhu 25 o C dan
tekanan 1 atm.
Dinyatakan dengan istilah RTP ( Room Temperature and Pressure ).
Pada keadaan RTP, volum
molar gas ( V m ) = 24 liter/mol
3) Keadaan Tertentu dengan Suhu dan Tekanan yang
Diketahui
Digunakan
rumus Persamaan Gas Ideal :
P =
tekanan gas (atm); 1 atm = 76 cmHg = 760 mmHg
V =
volum gas (L)
n = jumlah mol gas
n = jumlah mol gas
R =
tetapan gas (0,082 L atm/mol K)
T = suhu
mutlak gas (dalam Kelvin = 273 + suhu Celcius)
4) Keadaan yang Mengacu pada Keadaan Gas Lain
Misalkan :
Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1
Gas A dengan jumlah mol = n 1 dan volum = V 1
Gas B
dengan jumlah mol = n 2 dan volum = V 2
Maka pada suhu dan tekanan yang sama :
f) Kemolaran
Larutan (M)
Kemolaran
adalah suatu cara untuk menyatakan konsentrasi (kepekatan) larutan.
Menyatakan jumlah mol zat terlarut dalam tiap liter larutan, atau jumlah mmol zat terlarut dalam tiap mL larutan .
Dirumuskan :
dengan :
M = kemolaran larutan
M = kemolaran larutan
n =
jumlah mol zat terlarut
V =
volum larutan
November 12, 2013
Pemuridan yang Radikal
Pemuridan
yang Radikal
by
Robert W. Musung.
Pemuridan adalah hal yang mulai ‘naik
daun’ akhir-akhir ini. Banyak gereja dan persekutuan yang sedang gencar
menggalakkan pemuridan di lingkungan pelayanannya. Bahkan agama lain pun sudah
melihat betapa besar dampak yang bisa dihasilkan dari pemuridan sehingga
pola-pola pemuridan pun sudah diadopsi sedemian rupa untuk diterapkan di
lingkungan masing-masing. Ada begitu banyak bentuk, nama, dan pola dari
pemuridan yang beredar sekarang di masyarakat luas.
Banyak buku yang menuliskan tentang
hal ini, banyak bahan tentang hal ini yang bisa kita dapatkan di internet hanya
dengan mengetikkan kata ini di situs-situs pencarian yang ada. Pencarian kata “Pemuridan”
di situs GOOGLE menghasilkan 84900 temuan. Hal ini membuktikan bahwa frase ini
atau kata “Pemuridan” adalah kata yang cukup familiar dan mudah dicari
maknanya.Namun apakah pemuridan-pemuridan tersebut sudah tepat dan sesuai
dengan apa yang dimaksudkan dan dicontohkan oleh Alkitab dan Yesus?
Pemuridan yang Radikal adalah pemuridan
yang kembali ke dasar atau esensi awalnya.Adapun hal-hal dasar atau esensi dari
pemuridan adalah, Pertama,Pemuridan bukanlah penginjilan, melainkan merupakan follow Up
dan tempat persiapan. Pemuridan berisi sekumpulan orang yang ingin belajar
dan bertumbuh keimanannya di dalam Kristus dengan bimbingan seorang guru atau
pemimpin yang telah terlebih dahulu melalui proses pemuridan. Mereka yang sudah
menerima KRISTUS seharusnya mengikuti pemuridan agar makin kuat dalam
pemahamannya dan dapat mempraktekkan kehidupan yang diperbaharui oleh kristus.
Pada saatnya mereka juga akan membagikan sukacita yang mereka miliki kepada
orang lain dan melakukan pemuridan kepada orang-orang yang telah dibagikan
kabar sukacita olehnya.
Kedua, Pemuridan bukanlah soal
belajar Firman Tuhan, melainkan soal menghidupi dan diubahkan oleh Firman
Tuhan. Belajar Firman Tuhan bisa dilakukan dengan
banyak cara, kita bisa belajar melalui khotbah di gereja, buku, film rohani,
video di internet, dan sebagainya. Jika soal belajar Firman Tuhan yang mengisi
otak kita adalah sesuatu hal, maka menghidupi dan diubahkan oleh Firman Tuhan
adalah lain hal. Belajar Firman Tuhan tidaklah menuntut apa-apa yang
‘menyusahkan’ kita, lain halnya dengan menghidupi dan diubahkan yang membutuhkan
proses panjang dan menyakitkan untuk bisa melakukan hal tersebut. Pemuridan
menyediakan sarana, wadah, dan pertolongan yang tepat untuk melalui proses
panjang dan menyakitkan tersebut.
Ketiga, Pemuridan efektif
dilakukan dalam kelompok kecil dan bukannya kelompok besar. Pemuridan mengajak setiap anggotanya untuk mempraktekkan Firman Tuhan
dan memantau perkembangan setiap anggotanya. Hal ini membutuhkan sumber daya
ekstra dari pemimpin atau guru sebuah kelompok pemuridan, karena selain
membagikan Firman Tuhan dan mendorong anggota untuk mempraktekkan Firman Tuhan,
ia juga berbagi hidup dengan setiap anggotanya. Ia harus menjadi teladan dari
setiap anggota kelompok yang dipimpinnya dalam setiap segi kehidupannya, inilah
yang dimaksud dengan berbagi hidup. Ia akan berbagi kesuksesan, kegagalan,
pengalaman, kesenangan, kesusahan, hobi, dan semua bagian hidupnya, bahkan
mungkin itu juga menuntut pengorbanan dana, tenaga, pikiran, perasaan, dan lain
sebagainya. Jadi, pemuridan tidak hanya terjadi di saat waktu pertemuan untuk
belajar Firman Tuhan saja, melainkan di setiap saat kehidupan, atau dengan kata
lain pemuridan adalah bagian hidup dari setiap orang yang menjalaninya. Hal-hal
inilah yang menyebabkan pemuridan efektif jika dilakukan di dalam kelompok
kecil.
Keempat, Pemuridan bukan
tentang menjadi seorang Kristen, melainkan menjadi imitator Kristus.Fokus dari kekristenan seharusnya adalah untuk menjadikan orang
imitator Kristus dan bukannya untuk ‘mengKristenkan’ orang. Hal ini senada
dengan ucapan seorang teolog Kristen Jerman bernama Dietrich Bonhoeffer yang mengatakan
“Kekristenan tanpa pemuridan adalah Kekristenan tanpa Kristus”. Kristen
hanyalah sebuah label yang tidak berguna tanpa ada Kristus di dalamnya.
Pemuridan adalah alat untuk menjadikan seseorang imitator Kristus, karena
selain ada proses belajar didalamnya juga ada proses latihan dan praktek
pembelajaran yang dilakukan atas Alkitab. Oleh karena itulah maka fokus dari
pemuridan haruslah terletak pada pribadi Kristus dan bukannya pada pribadi guru
dan muridnya.
Kelima, Pemuridan membutuhkan
ketaatan ekstrim tanpa batas. Bonhoeffer menulis
“Ketika Kristus memanggil seseorang, Ia menawarkannya untuk datang dan mati”. Penaklukan
diri dan kerendahan hati adalah hal yang akan menolong proses pemuridan. Setiap
orang yang menjalani proses pemuridan harus menaklukkan ego pribadi dan rendah
hati dalam setiap pembelajaran yang didapatkan. Kehidupan bersama Kristus hanya
bisa didapatkan dengan datang kepada Kristus dan mematikan hal-hal yang
menghalanginya. Ego dan nafsu pribadi adalah dosa-dosa yang selalu membawa kita
semakin jauh dari keserupaan dengan Kristus, itulah sebabnya maka hal-hal
tersebut harus dimatikan.
Keenam, Pemuridan tidak bicara
tentang ketaatan pada seperangkat aturan ‘Kristen’ melainkan berbicara soal
relasi yang dalam. Pemuridan bukanlah sebuah
mekanisme pembelajaran yang statis, melainkan sangatlah dinamis. Pemuridan
tidak hanya mengandalkan pemikiran atau logika pikiran melainkan juga
melibatkan perasaan di dalamnya. Relasi yang hanya berlandaskan pada pemikiran
saja akan membuat relasi yang ada menjadi relasi yang kaku dan penuh dengan
batasan dan ikatan. Perasaan membuat relasi menjadi semakin pribadi dan
dinamis. Kombinasi pemikiran dan perasaan kita atas relasi dengan Kristus di
dalam pemuridan akan sangat memperkaya dan memperdalam relasi yang terjadi. Hal
ini akan menciptakan ketaatan dan ketundukan pada Kristus secara natural dan
bebas karena cinta yang dalam pada Kristus dan bukan karena tekanan dan paksaan.
Ketujuh, Pemuridan tidak
meminta kita untuk menarik diri dari dunia melainkan untuk mewarnai dunia. Pemuridan tidak membuat seseorang hanya peduli dengan diri dan
kelompoknya atau hanya peduli dengan kerohanian tanpa peduli dengan dunia
(asketis). Pemuridan seharusnya memiliki output yang nyata bagi dunia dimana
setiap anggotanya berada. Kita perlu ingat bahwa kita sedang berada di dunia,
dan ini berarti apapun yang terjadi dengan dunia ini termasuk ke dalam tanggung
jawab kita juga sebagai warga dunia. Dunia saat ini membutuhkan orang-orang
yang memliki integritas dan spiritualitas yang tertempa baik di dalam wadah
pemuridan. Apalah gunanya jika kita sangat rohani namun tidak membagikan dan
menularkan hal tersebut kepada dunia? Penonton tidak akan membawa perubahan,
pemain lah yang akan membawa perubahan. Jadi, setiap orang yang melakukan
pemuridan haruslah berdampak bagi dunia dimana ia berada, mungkin itu berarti
berperan dan menjadi berkat di tengah-tengah keluarga, lingkungan, gereja,
bangsa, bahkan mungkin saja dunia.
Kita adalah obyeknya, pemuridan
adalah wadah pembentukannya, dan Kristus lah yang menjadi pribadi yang
membentuk kita. Marilah kita melakukan pemuridan di dalam kehidupan kita karena
apalah gunanya kita menjadi Kristen jika kita tidak menjadi imitator-imitator
Kristus yang berperan nyata bagi dunia ini.Go
Pemuridan Go....
Oktober 12, 2013
Pengertian kalimat aktif dan kalimat pasif beserta contohnya
Pengertian kalimat aktif dan kalimat pasif beserta contohnya
1. Kalimat aktifKalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktivitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber-. Kalimat aktif dibagi menjadi 2 yaitu:
a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki obyek penderita
b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki obyek penderita
Adapun ciri-ciri dari kalimat aktif adalah:
1. Subjeknya sebagai pelaku.
2. Predikatnya berawalan me- atau ber-.
3. Predikatnya tergolong kata kerja aus.
Contoh kalimat aktif:
1. Adik membaca buku.
2. Tatang bermain bola.
3. Yuli mandi di kolam renang.
4. Wawan telah membeli buku gambar.
5. Ayah membeli daging
6. Kadir merayu gadis desa
7. Bang Jajang bertemu Juminten
8. Adik menangis
9. Umar berantem
10 Andi bermain bola
2. Kalimat pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-.
Adapun ciri-ciri dari kalimat pasif adalah:
1. Subjeknya sebagai penderita.
2. Predikatnya berawalan di-, ter-, atau ,ter-kan.
3. Predikatnya berupa predikat persona (kata ganti orang, disusul oleh kata
kerja yang kehilangan awalan).
Contoh kalimat pasif:
1. Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
2. Ayam dipukul Udin
3. Bunga anggrek hitam itu terinjak si Anita
4. Ikan mas dimasak Bu Susi
5. Novel dibaca Andi di kamar
6. Buku itu sudah ku beli
7. Topi itu terlempar ke sungai
8. Baju yang bersih telah di setrika Ibu
9. Motor ini telah ku service
10. Mobil itu kemarin tertabrak
Subjek:Bahasa Indonesia/Materi:Kalimat Aktif dan Pasif
Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Subjek:Bahasa Indonesia
Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya aktif melakukan sesuatu. Sedangkan kalimat pasif adalah kalimat subjeknya dikenai sesuatu pekerjaan.
Contoh:
• Kalimat aktif: Rani sedang menyiram tanaman.
• Kalimat pasif: Tanaman sedang disiram Rani.
• Kalimat aktif: Danu membeli buku pelajaran.
• Kalimat pasif: Buku pelajaran dibeli Danu.
• Kalimat aktif: Kakak sedang membaca buku.
• Kalimat pasif: Buku sedang dibaca Kakak.
kalimat langsung dan tidak langsung
kalimat langsungKalimat langung merupakan sebuah kalimat hasil kutipan langsung pembicaaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya.
Ciri- ciri kalimat langsung:
1. Bertanda petik dalam bahasa tertulis.
2. Intonasi: bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya.
3. Berkemungkinan susunan :
a. pengiring/kutipan
b. kutipan/pengiring
c. kutipan/pengiring/kutipan
4. Huruf pertama pada petikan langsung ditulis dengan menggunakan huruf kapital.
5. Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah.
6. Bagian pengiring dan bagian petikan langsung dipisah dengan tanda baca koma (,).
7. Jika di dalam petikan langsung menggunakan kata sapaan, maka sebelum kata sapaan diberi tanda baca koma (,) dan huruf pertama kata sapaan menggunakan huruf kapital.
8. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, wajib menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.
Contoh :
1. Ibu menyuruh, “Antarkan surat ini ke kantor Ayah!” (pengiring/kutipan).
2. “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencuri yang baru saja
tertangkap. (kutipan/pengiring).
3. “Siapakah biang keladi bom Bali itu?” tanya wartawan kepada Kadispen Polri. (kutipan/pengiring).
4. “Kak, kau dipanggil Bapak” kata Lilis, “ disuruh makan.” (kutipan/pengiring/kutipan).
Kalimat tak langsung
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang memberitahukan hasil kutipan dalam bentuk kalimat berita.
Kalimat tak langsung merupakan ragam kalimat berita yang menyatakan peristiwa atau kejadian dari sumber lain yang susunannya diubah oleh pembicara, tidak mengucapkan kembali kalimat seperti sumber tersebut.
Ciri- ciri kalimat tak langsung:
a. Tidak bertanda petik.
b. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat.
c. Pelaku yang dinyatakan pada isi kalimat langsung mengalami perubahan, yakni:
+ kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.
+ kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1.
+ kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka, sesuai dengan isinya.
d. Berkata tugas: bahwa, agar, sebab, untuk, supaya, tentang, dan sebagainya.
e. Bagian kutipan semuanya berbentuk kalimat berita.
Contoh :
a. Ibu menyuruhku untuk mengantarkan surat ini ke kantor ayah.
b. Polisi menggertak tiga orang pencuri yang baru saja tertangkap agar mereka masuk satu per satu.
c. Wartawan bertanya kepada Kadispen Polri tentang siapa-siapa yang menjadi biang keladi bom Bali itu.
d. Lilis berkata kepada kakaknya bahwa ia dipanggil ayah untuk makan
Contoh :
1. Ibu menyuruh, “Antarkan surat ini ke kantor Ayah!” (pengiring/kutipan).
2. “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencuri yang baru saja
tertangkap. (kutipan/pengiring).
3. “Siapakah biang keladi bom Bali itu?” tanya wartawan kepada Kadispen Polri. (kutipan/pengiring).
4. “Kak, kau dipanggil Bapak” kata Lilis, “ disuruh makan.” (kutipan/pengiring/kutipan).
Kalimat tak langsung
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang memberitahukan hasil kutipan dalam bentuk kalimat berita.
Kalimat tak langsung merupakan ragam kalimat berita yang menyatakan peristiwa atau kejadian dari sumber lain yang susunannya diubah oleh pembicara, tidak mengucapkan kembali kalimat seperti sumber tersebut.
Ciri- ciri kalimat tak langsung:
a. Tidak bertanda petik.
b. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat.
c. Pelaku yang dinyatakan pada isi kalimat langsung mengalami perubahan, yakni:
+ kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.
+ kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1.
+ kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka, sesuai dengan isinya.
d. Berkata tugas: bahwa, agar, sebab, untuk, supaya, tentang, dan sebagainya.
e. Bagian kutipan semuanya berbentuk kalimat berita.
Contoh :
a. Ibu menyuruhku untuk mengantarkan surat ini ke kantor ayah.
b. Polisi menggertak tiga orang pencuri yang baru saja tertangkap agar mereka masuk satu per satu.
c. Wartawan bertanya kepada Kadispen Polri tentang siapa-siapa yang menjadi biang keladi bom Bali itu.
d. Lilis berkata kepada kakaknya bahwa ia dipanggil ayah untuk makan
Contoh :
1. Ibu menyuruh, “Antarkan surat ini ke kantor Ayah!” (pengiring/kutipan).
2. “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencuri yang baru saja
tertangkap. (kutipan/pengiring).
3. “Siapakah biang keladi bom Bali itu?” tanya wartawan kepada Kadispen Polri. (kutipan/pengiring).
4. “Kak, kau dipanggil Bapak” kata Lilis, “ disuruh makan.” (kutipan/pengiring/kutipan).
Kalimat tak langsung
Kalimat tak langsung adalah kalimat yang memberitahukan hasil kutipan dalam bentuk kalimat berita.
Kalimat tak langsung merupakan ragam kalimat berita yang menyatakan peristiwa atau kejadian dari sumber lain yang susunannya diubah oleh pembicara, tidak mengucapkan kembali kalimat seperti sumber tersebut.
Ciri- ciri kalimat tak langsung:
a. Tidak bertanda petik.
b. Intonasi mendatar dan menurun pada akhir kalimat.
c. Pelaku yang dinyatakan pada isi kalimat langsung mengalami perubahan, yakni:
+ kata ganti orang ke-1 menjadi orang ke-3.
+ kata ganti orang ke-2 menjadi orang ke-1.
+ kata ganti orang ke-2 jamak atau kita menjadi kami atau mereka, sesuai dengan isinya.
d. Berkata tugas: bahwa, agar, sebab, untuk, supaya, tentang, dan sebagainya.
e. Bagian kutipan semuanya berbentuk kalimat berita.
Contoh :
a. Ibu menyuruhku untuk mengantarkan surat ini ke kantor ayah.
b. Polisi menggertak tiga orang pencuri yang baru saja tertangkap agar mereka masuk satu per satu.
c. Wartawan bertanya kepada Kadispen Polri tentang siapa-siapa yang menjadi biang keladi bom Bali itu.
d. Lilis berkata kepada kakaknya bahwa ia dipanggil ayah untuk makan
Bahasa Indonesia/Kalimat Langsung
Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
< Bahasa Indonesia
Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran orang lain. Kalimat hasil kutipan pembicaaraan seseorang persis seperti apa yang dikatakannya. Bagian ujaran/ucapan diberi tanda petik (“….” ) dapat berupa kalimat perintah, berita, atau kalimat tanya.
Ciri- ciri Kalimat Langsung[sunting]
Ciri- ciri Kalimat Langsung:
1. Bertanda petik dalam bahasa tertulis.
2. Intonasi: bagian kutipan bernada lebih tinggi dari bagian lainnya.
3. Berkemungkinan susunan :
• pengiring/kutipan
• kutipan/pengiring
• kutipan/pengiring/kutipan
4. Huruf pertama pada petikan langsung ditulis dengan menggunakan huruf kapital.
5. Bagian kutipan ada yang berupa kalimat tanya, kalimat berita, atau kalimat perintah.
6. Bagian pengiring dan bagian petikan langsung dipisah dengan tanda baca koma (,).
7. Jika di dalam petikan langsung menggunakan kata sapaan, maka sebelum kata sapaan diberi tanda baca koma (,) dan huruf pertama kata sapaan menggunakan huruf kapital.
8. Kalimat langsung yang berupa dialog berurutan, wajib menggunakan tanda baca titik dua (:) di depan kalimat langsung.
Contoh kalimat langsung
Berikut beberapa contoh kalimat langsung:
1. Robi berkata, “Panas sekali cuaca hari ini”.
2. “Tolong ambilkan obat!” kata Ibu kepada Rani.
3. “Kamu harus isitirahat yang cukup dan jangan dulu keluar rumah selama beberapa hari,”kata dokter kepadaku.
4. Bu Guru bertanya, “Diantara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
5. Desmon berkata,” Ani nanti pulangnya saya antar!”
6. ” Kapan bukuku kamu kembalikan?“ tanya Samid.
7. ” Belikan saya mobil baru!“ pinta Tria.
8. ” Saya akan datang nanti malam,“ kata Hamid.
9. Dani berkata,” Coba kamu bantu saya menyelesaikan tugas ini!”
10. Paman berkata,” Pulanglah kalian secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.”
11. Ketua kelas berkata,” Terima kasih atas sambutan kalian kepada kami pada acara kunjungan kami.”
12. Kata Webby,” Saya nanti sore akan ke rumahmu.”
Perubahan Kata Ganti Kalimat Langsung ke Tak Langsung
Dalam perubahan bentuk ini perhatikan perubahan kata gantinya:
Kata Ganti Kalimat Langsung —> Kata Ganti Kalimat Tak Langsung
• Saya —> Dia
• Kamu —> Saya
• Kalian —> Kami
• Kami —> Mereka
• Kita —> Kami
Kalimat inti dan kalimat transformasi
Leave a reply
Kalimat inti adalah kalimat yang terdiri atas inti S-P atau pada kalimat aktif transitif terdiri atas inti S-P-O, sedangkan kalimat inti yang sudah menjalani perubahan disebut dengan kalimat transformasi.
Ciri-ciri kalimat inti:
- terdiri atas inti fungsi S-P atau S-P-O
- intonasi netral
- susunan normal
- bentuknya positif.
Ciri-ciri kalimat transformasi:
- jika terjadi penambahan atau pengurangan fungsi kalimat
- terjadi perubahan intonasi
- terjadi perubahan susunan (diinversikan)
- terjadi penegatifan
- terjadi perubahan fungsi kalimat.
Kalimat Inti, Luas dan Transformasi
Definisi
Kalimat inti adalah adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat
Kalimat luas merupakan kalimat yang terdiri dari kalimat inti dan diperluas dengan keterangan (tambahan)
Kalimat transformasi ialah kalimat inti yang sudah mengalami perubahan baik berupa penambahan kata maupun perbanyakan unsur inti
Kalimat Luas
Kalimat Transformasi
Karya Aldwin, Dylan, Elvan
dan Yova
Kalimat Inti
Hanya ada S, P
Dua kata
Kedua kata itu langsung menjadi inti kalimat
Contoh: 1) Ayah membaca
2) Adik menangis
Diperluas dengan kata kata baru
Lebih dari dua kata
Contoh: 1) Ketika adik jatuh, kakak sedang memasak di dapur
3) Kata Ibu, aku boleh bermain jika tugasku sudah dikerjakan
jika terjadi penambahan atau pengurangan fungsi kalimat
terjadi perubahan intonasi
terjadi perubahan susunan (diinversikan)
terjadi penegatifan
terjadi perubahan fungsi kalimat
Mengubah kalimat berita menjadi kalimat tanya atau perintah.
Contoh:
(1) Nenek meninggal.
(2) Nenek meninggal?
(3) Nenek meninggal!
Contoh:
a. Dia tidak lulus ujian.
b. Tidak lulus ujian dia.
Penambahan partikel –nya
Contoh:
a. Suami Ibu Santi meninggal tadi pagi.
b. Ibu Santi, suaminya, meninggal tadi pagi.
Kalimat inti, Kalimat luas dan Kalimat transformasi
17 Votes
Sobat GenerusIndonesia, berikut penjelasan tentang Kalimat inti, Kalimat luas dan Kalimat transformasi
a. Kalimat inti
Kalimat inti adalah kalimat mayor yang hanya terdiri atas dua kata dan sekaligus menjadi inti kalimat.
Ciri-ciri kalimat inti:
1. Hanya terdiri atas dua kata
2. Kedua kata itu sekaligus menjadi inti kalimat
3. Tata urutannya adalah subjek mendahului predikat
4. Intonasinya adalah intonasi ”berita yang netral”. Artinya: tidak boleh menyebabkan perubahan atau pergeseran makna laksikalnya.
b. Kalimat luas
Kalimat luas adalah kalimat inti yang sudah diperluas dengan kata-kata baru sehingga tidak hanya terdiri dari dua kata, tetapi lebih.
c. Kalimat transformasi
Kalimat transformasi merupakan kalimat inti yang sudah mengalami perubahan atas keempat syarat di atas yang berarti mencakup juga kalimat luas. Namun, kalimat transformasi belum tentu kalimat luas.
Contoh kalimat Inti, Luas, dan Transformasi
1. Kalimat Inti. Contoh: Adik menangis.
2. Kalimat Luas. Contoh: Radha, Arief, Shinta, Mamas dan Mila sedang belajar dengan serius, sewaktu pelajaran matematika.
3. Kalimat transformasi. Contoh:
• Dengan penambahan jumlah kata tanpa menambah jumlah inti, sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis tersedu-sedu kemarin pagi.
• Dengan penambahan jumlah inti sekaligus juga adalah kalimat luas: Adik menangis dan merengek kepada ayah untuk dibelikan komputer.
• Dengan perubahan kata urut kata. Contoh: Menangis adik.
• Dengan perubahan intonasi. Contoh: Adik menangis?
September 16, 2013
KESETIMBANGAN KIMIA
KESETIMBANGAN KIMIA
A. KEADAAN SETIMBANGDitinjau dari arahnya, reaksi kimia dibedakan menjadi 2 , yaitu:
Reaksi Irreversible (reaksi berkesudahan), yaitu reaksi yang berlangsung satu arah dimana zat hasil reaksi (produk) tidak dapat bereaksi kembali menjadi zat pereaksi (reaktan)
Contoh : HCl + NaOH NaCl + H2O
Reaksi Reversible (reaksi dapat balik), yaitu reaksi yang berlangsung dua arah dimana zat hasil raksi (produk) dapat bereaksi kembali menjadi zat pereaksi (reaktan).
Contoh : H2 + I2HI
Bila reaksi bolak balik (reversible) diatas terjadi pada ruang tertutup, ternyata sebagian gas HI segera terurai kembali menjadi gas H2 dan I2, dan pada akhirnya diperoleh campuran gas HI, H2 dan I2 .Reaksi semacam ini disebut reaksi kesetimbangan.Pada reaksi kesetimbangan; reaksi ke kanan disebut reaksi maju dan reaksi ke kiri disebut reaksi balik. Reaksi maju lama kelamaan semakin lambat sebab jumlah pereaksi makin berkurang, pada saat yang sama reaksi balik makin cepat seiring bertambahnya zat hasil reaksi. Akhirnya pada suatu saat, reaksi maju dan reaksi balik memiliki laju yang sama dan tercapailah keadaan setimbang. Keadaan setimbang tidak statis melainkan dinamis, jadi reaksi akan berlangsung terus menerus dalam dua arah dengan laju yang sama.
Reaksi kesetimbangan dibedakan menjadi 2, yaitu
Reaksi kesetimbangan homogen, yaitu reaksi kesetimbangan yang terjadi antara zat-zat yang memiliki fasa sama. contoh ; H2 (g) + I2 (g) HI (g)
Reaksi kesetimbangan heterogen, yaitu reaksi kesetimbangan yang terjadi antara zat-zat yang berbeda fasa, contoh ; CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g)
B. HUKUM KESETIMBANGAN DAN TETAPAN KESETIMBANGAN
Bunyi Hukum kesetimbangan menurut Cato Maximilian Guldberg dan Peter Waage : “Hasil kali konsentrasi setimbang zat hasil reaksi dipangkatkan koefisiennya dibandingkan dengan hasil kali konsentrasi setimbang zat pereaksi dipangkatkan koefisiennya memiliki harga tetap pada suhu yang tetap”
Harga pebandingan tetapitu disebut tetapan kesetimbangan (konstanta kesetimbangan) dilambangkan dengan K.
mA(g) + nB(aq) pC(g) + qD(aq)
maka harga tetapan kesetimbangannya dirumuskan : K =
Harga K sangat dipengaruhi suhu, bila suhu berubah maka harga K pun akan berubah.
Setiap reaksi kesetimbangan memiliki harga K tertentu, dan harga masing-masing reaksi dapat dibandingkan, yaitu:
• Jika reaksi kesetimbangan dibalik, maka harga K dari reaksi menjadi
• Jika reaksi dikalikan dengan suatu bilangan x, maka harga K menjadi Kx
• Jika reaksi dibagi dengan suatu bilangan x, maka harga K menjadi
• Jika reaksi dijumlahkan maka K nya dikalikan
Contoh :
1. Diketahui reaksi kesetimbangan 2SO2 (g) + O2 (g)2SO3 (g) Kc = 25. Hitunglah tetapan kestimbangan Kc dari reaksi SO3 (g) SO2 (g) + ½ O2 (g)
Jawab : untuk menjadi reaksi 2, maka reaksi harus di balik, lalu dibagi 2. Dan harga K untuk reaksi 2, mula-mula harga K diubah menjadi (karena reaksi dibalik), lalu di akarkan 2 (karena reaksi dibagi 2) maka harga Kc menjadi :Kc =
2. Diketahui : N2 (g) + O2 (g) 2NO (g) Kc = 4 x 10-3 ……(1)
N2 (g) + ½ O2 (g) N2O (g)Kc = 2,5 x 10-2 ……..(2)
Hitung Kc dai reaksi N2O (g)+ ½ O2 (g) 2NO (g)Kc = …….(3) ?
Jawab : Agar dapat diperoleh reaksi 3, maka reaksi 1 dan 2 harus di jumlahkan dengan reaksi 2 dibalik.jika reaksi di jumlahkan maka harga Kc dikalikan.
N2 (g) + O2 (g) 2NO (g) Kc 1 = 4 x 10-3
N2O (g) N2 (g) + ½ O2 (g)Kc 2 = +
N2O (g)+ ½ O2 (g)2NO (g) Kc 3 = ……. ?
Kc 3 = Kc 1 x = 4 x 10-3 x = 1,6 x 10-1
1. TETAPAN KESETIMBANGAN BERDASARKAN KONSENTRASI (Kc)
Tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi, konsentrasi zat ruas kanan sebagai pembilang dan konsentrasi zat ruas kiri sebagai penyebut.Satuan konsentrasi yang digunakan adalah M (molaritas).
mA + nB pC + qD
maka harga tetapan kesetimbangannya dirumuskan : Kc = maka satuan Kc adalah M(p+q) – (m+n)
Yang dapat dimasukkan ke dalam rumus Kc adalah zat yang berfasa gas (g) atau larutan (aq), sedangkan liquid(l) dan solid(s) tidak.
1 CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g) Kc = M
2. NH3 (g) + HCl (g) NH4Cl (s) Kc = M-2
3. CCl4 (g) + S2Cl2 (l) 2Cl2 (g) + CS2 (l) Kc = M
Contoh soal :
1. Pada reaksi kesetmbangan 2SO2 (g)2SO2 (g) + O2 (g) , konsentrasi SO3 , SO2 dan O2 pada kesetimbangan berturut-turut adalah 0,4 M , 0,2 M , dan 0,1 M. Hitung harga Kc nya !
Jawab : Kc =
2. Diketahui reaksi H2 (g) + I2 (g) 2HI (g) , Kc = 50 , jika konsentrasi HI = 0,5 M dan H2 = 0,1 M , berapakah konsentrasi I2 pada kesetimbangan ?
Kc = 50 = =
3. Sebanyak 0,1 mol HI dimasukkan ke dalam bejana 1 liter lalu sebagian terurai menurut reaksi 2HI (g) H2 (g)+ I2 (g) Jika terbentuk 0,02 mol I2 pada saat setimbang, tentukan harga Kc !
Jawab :Dari koefisien reaksi dapat dihitung : mol HI bereaksi =
mol H2 setimbang =
2HI (g) H2 (g) + I2 (g)
2 : 1 : 1
Mula-mula 0,1 - -
Bereaksi 0,04 0,02 0,02
Setimbang 0,06 0,02 0,02
Karena volume bejana 1 liter, maka pada keadaan setimbang :
= = = 0,06 M Kc =
= mol = 0,02 = 0,02 M
V 1
= mol = 0,02= 0,02 M
V 1
2 DERAJAT DISOSIASI
Dalam suatu reaksi kesetimbangan, pereaksi di ruas kiri tidak pernah akan habis. Oleh karena itu, zat di ruas kiri memiliki suatu harga yang menyatakan berapa bagian zat itu yang bereaksi atau terurai. Harga itu disebut derajat disosiasi dengan lambang ∝ didefinisikan sebagai :
∝ =
Contoh soal :
Dalam suatu ruangan terdapat kesetimbangan antara 0,5 mol PCl5 , 0,1 mol PCl3 dan 0,1 mol Cl2 . Berapakah derajat disosiasi PCL5 ?
Jawab : mol PCl5 terurai =
Mol PCl5 mula-mula = mol setimbang + mol terurai
= 0,5 + 0,1 = 0,6 mol
PCl5PCl3 + Cl2
1 : 1 : 1
Mula-mula : 0,6 - -
Terurai : 0,1 0,1 0,1
Setimbang : 0,5 0,1 0,1
3 TETAPAN KESETIMBANGAN BERDASARKAN TEKANAN PARSIAL
Suatu campuran gas akan menimbulkan tekanan total (P) yang merupakan penjumlahan dari tekanan parsial (pa) masing-masing gas dalam campuran.
Tekanan total (P) = tekanan campuran gas
Tekanan parsial (pa) = tekanan masing-masing gas
Maka : P = Pa + Pb + Pc
Berdasarkan rumus gas idal P.V = n.R.T , bahwa pada suhu dan volume tetap, tekanan parsial gas berbanding lurus dengan jumlah mol gas. Maka : Pa =
Dalam kesetimbangan gas, tetapan kesetimbangan dapat dihitung berdasarkan tekanan parsial gas dengan lambang Kp, dirumuskan :
mA(g) + nB(g)pC(g) + qD(g) maka rumus
Yang dimasukkan ke dalam rumus Kp hanyalah zat yang berfasa gas (g), sebab hanya gas yang memiliki tekanan parsial.
Contoh soal :
1. Tuliskan rumus Kp untuk reaksi berikut:
a. 2SO3 (g) 2SO2 (g) + O2 (g)jawab :
b. CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g) Kp =
c. NH3 (g) + HCl (g) NH4Cl (s) Kp =
2. Sebanyak 5 mol gas NH3 dimasukkan ke dalam wadah dan terurai sebanyak 2 mol menghasilkan gas N2 dan gas H2. Campuran pada kesetimbangan menimbulkan tekanan total 3,5 atm. Hitung harga Kp!
Jawab : Reaksi 2NH3 (g)N2 (g) + 3H2 (g)
2 : 1 : 3
Mula-mula : 5 - -
Terurai : 2 1 3
Setimbang : 3 1 3
Mol N2setimbang =
Mol H2setimbang =
Mol NH3setimbang =mol NH3mula-mula – mol terurai
= 5 mol – 2 mol = 3 mol
Jumlah mol setimbang = 3 + 1 + 3 = 7 mol
P NH3 =
P N2 =
P H2 =
4. HUBUNGAN Kc DAN Kp
Dari reaksi kesetimbanganmA(g) + nB(g) pC(g) + qD(g)
Berdasarkan rumusan gas ideal PV = nRT, dapat disimpulkan bahwa : P = konsentrasi x RT
Jika persamaan tersebut di substitusikan pada rumus Kp , maka :
Kp = Kp =
Hubungan antara Kp dengan Kc diperoleh persamaan : Kp = Kc x (R.T)∆n dan ∆n = (p + q) – (m + n)
Contoh soal :
Pada suhu 500 K terdapat kesetimbangan 2SO2 (g) + O2 (g)2SO3 (g) Kc = 25. Jika R = 0,082 L. atm / mol K, hitung Kp!
Jawab : Kp = Kc (R.T)∆n
= 25( 0,082 x 500) (2 ) – (2 + 1)
= 25 (40)-1 = 25 = 0,625 atm
40
C. PERGESERAN KESETIMBANGAN
Berdasarkan Azas Le-Chatelier (Henri Louis Le Chatelier) : “ Jika terhadap suatu kesetimbangan dilakukan aksi tertentu, maka kesetimbangan itu akan bergeser untuk menghilangkan pengaruh aksi tersebut dan membentuk kesetimbangan yang baru “
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pergeseran kesetimbangan diantaranya:
1. Perubahan konsentrasi zat
• Bila konsentrasi zat di di salah satu ruas ditambah maka reaksi akan bergeser ke arah lawannya
• Bila konsentrasi zat di salah satu ruas di ambil maka reaksi akan bergeser kearah ruas zat yang di ambil
2. Perubahan suhu
• Jika suhu di naikkan maka reaksi akan bergeser kea rah reaksi endoterm
• Jika suhu diturunkan maka reaksi akan bergeser kea rah reaksi eksoterm
3. Mengubah tekanan atau volume
• Jika tekanan di perbesar (volume diperkecil) maka reaksi akan bergeser ke arah reaksi dengan jumlah mol kecil
• Jika tekanan diperkecil (volume diperbesar) maka reaksi akan bergeser ke arah reaksi dengan jumlah mol besar.
4. Pengaruh katalis
Katalis hanya mempercepat terbentuknya kesetimbangan, tetapi tidak mempengaruhi pergeseran kesetimbangan.
Contoh :Pada reaksi kesetimbangan 2C2H2 (g) + 5O2 (g) 4CO2 (g) + 2H2O (g) ∆H = -900 kj. Apa yang akan terjadi
a. jika gas CO2 di tambah, jawab : jika CO2 di tambah maka reaksi akan bergser ke arah kiri
b. jika O2 dikurangi, Jawab : Jika O2 dikurangi maka reaksi akan bergeser kearah kiri
c. jika suhu di turunkan, Jawab : Jika suhu dinaikkan maka reaksi akan bergeser kearah kanan
d. jika tekanan di perkecil, jawab : jika tekanan diperkecil maka reaksi akan bergeser kearah kiri
e. jika volume di perbesar, Jawab : jika volume diperbesar maka reaksi akan bergeser kearah kiri
D. PERHITUNGAN PERGESERAN KESETIMBANGAN
Pada suatu reaksi kesetimbangan mA(g) + nB(aq) pC(aq) + qD(aq) , jika zat di ruas kiri dan kanan dicampurkan dalam suatu wadah, maka akan ada 3 kemungkinan kesetimbangan:
1. Harga atau Qc> Kc , berarti zat di kanan terlalu banyak sehingga reaksi bergeser ke kiri, maka untuk membentuk kesetimbangan kembali reaksi harus di geser ke kanan.
2. Harga Qc <Kc , berarti zat diruas kanan terlalu sedikit sehingga reaksi bergeser ke kanan, maka agar terbentuk kesetimbangan reaksi harus digesr ke kiri.
3. Qc = Kc , berari campuran zat sudah dalam kesetimbangan.
Contoh Soal :
Diketahui reaksi H2 (g)+ Cl2 (g)2HCl (g) Kc = 9 , jika H2 , Cl2 dan HCl dicampurkan masing-masing 0,2 mol, hitunglah jumlah mol HCl yang terdapat pada keadaan setimbang !
Jawab : Harga Qc = , berarti harga Qc < Kc. Hal ini berarti reaksi bergeser ke kanan. H2 dan Cl2akan berkurang, serta HCl akan bertambah. Agar setimbang maka reaksi harus di geser ke kiri dengan menambah konsentrasi HCl dan mengurangi konsentrasi H2 dan Cl2.
Misal pergeseran kesetimbangan sebanyak x mol
H2 (g) + Cl2 (g) 2HCl (g)
Mula-mula : 0,2 : 0,2 : 0,2
Pergeseran : - x : - x : + x
Setimbang : 0,2 – x : 0,2 – x : 0,2 + x
Kc = 9 = 0,6 – 3x = 0,2 + 2x
3 = 3x + 2x = 0,6 – 0,2
X = = 0,08
LATIHAN SOAL
1. Pada pembuatan gas HCl menurut reaksi :2Cl2(g) + 2H2O ↔ 4HCl(g) + O2 ∆H = +113 kJ
Kondisi bagaimanakah yang diperlukan, agar HCl yang terbentuk sebanyak mungkin ?
2. Ditentukan kesetimbangan : CO2(g) + H2(g) ↔ CO(g) + H2O(g) ∆H = +4,2 kJ
Ke arah manakah kesetimbangan bergeser, jika di lakukan tindakan (aksi ) berikut :
a. Pada suhu dan volume teteap ditambahkan hydrogen ?
b. Pada suhu dan volume tetap dikurangi uap air? Bagaimana pengaruhnya terhadap konsentrasi CO?
c. Pada suhu tetep tekanan diperbesar dengan memperkecil volume? Apakah konsentrasi CO menjadi lebih besar atau lebih kecil ataukah tetap pada perubahan ini ?
d. Pada volume tetap suhu dinaikan dan bagaimana pengaruhnya terhadap konsentrasi H2 ?
3. Tuliskan tetapan kesetimbangan dari reaksi-reaksi berikut :
a. CO(g)+ H2O(g) ↔ CO2(g) + H2(g) d. 2NaHCO3(g) ↔ Na2CO3(g) + CO2(g) + H2O(g)
b. 4HCl(g) + O2(g) ↔ 2H2O(g) + 2Cl2(g) e. 4NH3(g) + 5O2(g) ↔ 4NO(g) + 6H2O(l)
c. 2NO(g) + O2(g) ↔ 2NO2(g)
4. Diketahui reaksi kesetimbangan : NO2(g) ↔ NO(g) + ½ O2(g) Kc = 0,25
Hitunglah harga Kc untuk reaksi : 2NO(g) + O2(g) ↔ 2NO2(g)
5. Sebanyak 1,2 mol gas NO2 dimasukan ked lm wadah 4dm3, lalu mengalami reaksi kesetimbangan : 2NO2 ↔ 2NO(g) + O2(g)
Pada kesetimbangan diperoleh 0,4 mol O2. Hitunglah tetapan kesetimbangan reaksi itu ?
6. Diketahui reaksi kesetimbangan : COCl2(g) ↔ CO(g) + Cl(g) Kc = 2 ; konsentrasi awal COCl2 adalah 4 Molar. Berapakah konsentrasi masing-masing gas pada kesetimbangan ?
7. Pada reaksi N2O4(g) ↔ 2NO2(g) jumlah mol N2O4 pada kesetimbangan sama dengan jumlah mol NO2. Hitunglah derajat disosiasi N2O4 ?
8. Pemanasan gas SO3akan menghasilkan gas O2 sebanyak 20% volume semula. Berapakah derajat disosiasi SO3 ?
9. Pada reaksi N2(g) + 3H2(g) ↔ 2NH3(g) dicampurkan 0,045 mol N2 ; 0,985 mol H2, dan 0,020 mol NH3 dalam bejana 1dm3. Jika pada kesetimbangan diperoleh 1 mol H2, berapakah tetapan kesetimbangannya ?
10. Tentukan tetapan setimbang ada reaksi 2NO(g) + Cl2(g) ↔ 2NOCl(g), jika 0,3 mol NO ; 0,2 mol Cl2 dan 0,5 mol NOCl dimasukan ke dalam ruang 25dm3 dan pada akhir kesetimbangannya diperoleh 0,6 mol NOCl.
11. Reaksi penguraian : La2(C2O4)3(s) ↔ La2O3(s) + 3CO(g) + 3CO2(g). jika tekanan total = 0,4 atm, hitunglah Kp-nya ?
12. Pada tekanan total 1 atm terdapat kesetimbangan :
2HCl(g) ↔ H2(g) + Cl2(g) Kp = 0,25. Hitunglah erajat disosiasi HCl ?
13. Diketahui reaksi : A(g) + B(g) ↔ AB(g) Kp = 1,00. Dalam suatu bejana dicampurkan 1 mol gas A dan 1 mol gas B, lalu kedua gas itu sama-samaterurai 50% menjadi gas AB. Berapakah tekanan total pada saat kesetimbangan ?
14. Sebanyak 3,38 gram BaO2 padat dipanaskan dalam ruang 10 mL sampai suhunya menjadi 7270c hingga 20% dari zat tersebut terurai menjadi Ba padat dan gas O2. Tentukanlah tekanan gas dalam ruangan pada keadaan tersebut?
15. Dalam ruang 10 liter sebanyak 80 liter gas SO3 dipanaskan dan mengalami disosiasi, ternyata setelah disosiasi terbentuk 25% volume gas O2
a. Tentukan derajat disosiasi
b. Tentukan harga tetapan kesetimbangan, Kc
c. tentukan tetapan kesetimbangan parsial, Kp, bila suhu saat kesetimbangan tercapai 1270C?
Langganan:
Postingan (Atom)